Login
Register

PON XIX Jawa Barat telah selesai digelar. Sepuluh keping emas yang diperebutkan tersebar ke enam provinsi berbeda yakni DKI Jakarta merebut empat emas, Jawa Barat meraih dua sedangkan Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua dan Banten masing-masing merebut satu emas.

Wajar kalau ada yang merasa pembinaan sukses. Buktinya enam provinsi berbeda bisa mendapat setidaknya sekeping medali emas. Bahkan dua di antaranya adalah provinsi di luar Jawa yakni Kalimantan Timur dan Papua. Tapi kalau bisa lebih cermat lagi, baik Kaltim dan Papua masih diisi oleh rider-rider pulau Jawa.

Tapi sudahlah. Tak perlu terlalu dipikirkan karena toh cabang equestrian sudah mengantongi predikat kekhususan. Hal ini ditempuh agar cabang ini bisa diikuti lebih banyak peserta karena persyaratan pindah provinsi lebih mudah.

Siapa yang tidak gembira melihat tim Papua bisa meraih emas di nomor Show Jumping Pembinaan. Dengan komposisi kuda dan rider yang tidak diunggulkan, Papua bisa mengalahkan DKI dan Jawa Barat yang berisi rider yang jauh lebih berpengalaman.

Catatan menarik lainnya adalah sukses DKI lewat Dara Ninggar Prameswari merebut emas Dressage Utama. Dengan kudanya Comodore, ia berhasil mengalahkan dua seniornya yakni Endarjanto dan Mira Warganegara dengan skor yang meyakinkan.

Pada nomor dressage sayangnya diwarnai oleh kejadian yang “unik”. Penempatan huruf tidak dalam posisi yang semestinya. Hal ini baru disadari setelah peserta pertama Djolfi Momongan menyelesaikan testnya. Rider Jawa Barat itu akhirnya diberi kesempatan untuk mengulang.

Di nomor Show Jumping Pembinaan juga terjadi kejutan. Samuel Prawiro dengan kudanya Angelina Bleu berhasil menyabet emas untuk DKI. Yang membuat pencapaian Samuel spesial adalah suksesnya mengalahkan rider-rider top yang lebih diunggulkan seperti Brayen Brata Coolen (Jabar) dengan kudanya Devito yang merebut perak serta partner Angeline Bleu beberapa tahun lalu, Reshwara Radinal (Caritano TS/DKI) di tempat ketiga.

Untuk nomor Show Jumping Utama, Kurniadi Mustopo menjadi yang terbaik. Bersama Nastello, rider Banten ini menjadi satu-satunya yang berhasil mencetak double clear round. Juara kedua diperebutkan oleh Putri Hamidjojo (Fabiene 13/Jateng) dan Rayme Kaunang (Conquistador/DKI) yang sama-sama mengoleksi empat angka kesalahan dari dua ronde. Pada jump off, Raymen berhasil mencatatkan waktu lebih cepat sekaligus meraih perak dan menyisakan Putri di tempat ketiga.

Sesi boots check di nomor show jumping punya cerita sendiri. Pada hari pertama nomor yang paling populer ini, kuda Jendry Palandeng, Wadecki, memakai boot di salah satu kakinya yang beratnya melebihi ketentuan 500 gram. Rules menyebutkan bagi siapa yang tidak lolos boots check, maka akan didiskualifikasi. Official Banten Triwatty Marciano sempat melobi tim lain untuk bersedia memberi kelonggaran untuk Jendry. Namun pada akhirnya Jendri tetap tidak mengikuti nomor individual.

Pada nomor Show Jumping Beregu, Kalimantan Timur berhasil menjadi juara yang merupakan satu-satunya emas yang berhasil mereka raih. Perak dan perunggu masing-masing direbut DKI dan Jawa Barat.

 

Perolehan Medali :

KELAS UTAMA

Team Dressage:
Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat

Individual Dressage:
Dara Ninggar (Commodore/DKI), Endarjanto (Weltsong/Jabar), Mira W (Xeique/Kaltim)

Team Jumping:
Kaltim, DKI, Jabar

Individual Jumping:
Kurniadi Mustopo (Nastello/Banten), Raymen Kaunang (Conquistador/DKI), Putri Hamidjojo (Fabiene/Jateng)

Team Eventing:
DKI, Jateng, Papua

Individual Eventing:
Anto Budiarto (Autumn Spirit/DKI), Brayen B Coolen (Pramuda/Jabar), Jojo Jonathan (King Petra/Jabar)

KELAS PEMBINAAN

Individual Dressage:
Yoel Momongan (Ballorie/Jabar), Mega Veronica (Big Star/Jatim), Herdian Ramadhan (Benedicto/Jateng)

Team Dressage:
Jabar, Jateng, DKI

Team Jumping:
Papua, DKI, Jabar

Individual Jumping:
Samuel Prawiro (Angelina Bleu/DKI) , Brayen Coolen (Devito/Jabar), Reshwara Radinal (Caritano/DKI)

Leave a Reply